Subscribe Template by Email

Pembohongan Publik Mengenai Al Aqso

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan.

This is default featured post 2 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 3 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 4 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 25 Januari 2011

Kejamnya Dunia di Balik Ni'mat yang di berikan

Assalamu'alaikum warahmatullah


Bismillahirrahmanirrahim


Saudaraku semuslim semuanya, kali ini saya ingin mengajak kita untuk bermuhasabah dibalik kehidupan yang mungkin kita belum pernah menyentuhnya. Sisi lain dari kehidupan yang dapat membuat kita meneteskan air mata tapi tak mampu untuk berbuat apa-apa, entah karena ketidakmampuan kita atau karena kelalaian kita.


Pernahkah kita menyadari bahwa hari ini kita masih bisa berdiri, berjalan, dan beraktivitas seperti adanya tapi sewaktu-waktu kita bisa saja berada dalam posisi sebaliknya, menjadi lumpuh dan tak mampu untuk berbuat apa-apa. Allah telah memberikan kita kesehatan tapi sering kali kita melalaikan anugerah ni'mat itu. Bahkan tidak sedikit orang yang tak perduli dengan ni'mat itu. Bahkan orang lebih berterima kasih kepada sesama, ketika mendapatkan kebahagiaan atau kesenangan  yang sesaat. Ketika kita Mendapatkan hasil atau gaji yang besar dari atasan kita, luar biasa kegembiraan kita dan bahkan tidak sedikit kita mengulang kata terima kasih kepada atasan kita tersebut, tapi kita lupa bersyukur kepada-Nya, sang pemilik hidup dan mati kita.


LIhatlah mereka di bawah ini,




Gambar diatas adalah potret dari anak-anak Ethiopia yang kelaparan. Mereka adalah makhluk Allah yang sama seperti kita, yang hidup hanya atas Izin Allah. Tapi posisi mereka sungguh berbanding terbalik dari apa yang kita rasakan sekarang. Apakah ketika Kita makan di sebuah restoran mewah, atau di sebuah mall terbesar di daerah kita, apakah kita pernah mengingat apa yang sedang di alami mereka, ataukah paling sedikit kita pernah bersyukur karena kita masih diberikan kelayakan makanan dibanding mereka?




Ini adalah potret seorang anak jalanan di negara kita,  seorang bocah yang sedang memanggul karung di bahunya. Sekarang ini mungkin kita sedang berada di kantor, kampus, atau sekolah, padahal tempat-tempat itu adalah tempat yang biasa bagi kita, tempat yang mudah bagi kita untuk menginjakkan kaki di sana, tapi apakah kita pernah berpikir bahwa tempat-tempat seperti itu adalah mimpi yang sulit menjadi realita bagi mereka, ataukah pernah kita bertanya dalam hati, apa sih keinginan terbesar dari bocah seperti dia ?




Aku hampir meneteskan air mata ketika melihat gambar diatas, gambar diatas adalah gambar bocah-bocah tak bersalah korban perang di palestina. Setiap hari hidup mereka hanya untuk menunggu kematian, tiap-tiap dari mereka bahkan tidak pernah berharap untuk mendapatkan hidup yang panjang seperti apa yang kita rasakan sekarang, mereka sadar ! mereka tinggal di daerah yang setiap hari terdengar tangis dan pilu dari kehilangan nyawa, jadi kematian bagi mereka adalah jalan terbaik untuk mendapatkan kedamaian, dan mereka lebih memilih untuk mati di jalan Allah !!! Allahu Akbar !!!


Itulah contoh-contoh betapa pedihnya hidup, betapa tragisnya hidup ini, di sini kita bersuka ria tapi di lain pihak ada segelintir orang yang berduka cita, tapi kita mengabaikannya, kita tak peduli dengannya, kita hany berkonsentrasi dengan kesenangan kita yang sebenarnya hampa, tak menimbulkan manfaat darinya,.,.


Mereka diatas bukan berarti hidup tanpa senyuman, tapi bagi mereka senyuman itu hanyalah sebuah simbol kemunafikan yang seolah-olah ingin menggambarkan bahwa dunia ini indah, padahal mereka tahu bahwa dunia ini menipu dan sangat berat.


Masihkah kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang ini, masihkah kita melupakkan nikmat yang masih kita raih sekarang ini ? Bangkitlah saudaraku, bangkitlah dari keterpurukan kita akan moral yang buruk yang telah tertanam dalam diri kita, bersyukur akan adanya nikmat, bersedekah ketika ada rezeky yang tersisa.


Jangan Pernah kita mengingkarai Apa yang telah Allah berikan kepada kita,.,


Allah SWT berfirman :


“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (Al-An’am: 162-163)


Masihkah kita lupa dari tujuan kita sebenarnya???


Posted by Admin

Minggu, 23 Januari 2011

Mari Kita Belajar Mengambil Suatu Hikmah Dari Cerita Humor

Assalamualaikum warahmatullah
Kali ini saya ingin mengajak saudaraku semuslim semuanya untuk belajar mengambil hikmah dari cerita Humor yang biasa kita jadikan lelucon dalam sehari-hari,.,.

Langsung aja,,,

Cerita 1

Ada suami dan istri yang selalu cekcok setiap hari. Akhirnya suaminya bete dan pergi ke warnet. Di warnet ia pun melakukan chating dengan seorang konsultan keluarga & kesehatan, dan kebetulan orang tersebut adalah seorang Dokter :

Suami : Dok, saya sudah tidak tahan dengan tingkah istri saya ....
Dokter : Lho, Memang kenapa?
Suami : Setiap saya berbicara dengannya, ia selalu men-cuekin saya. Saya menduga dia tuli ....
Dokter : O Gitu .... gampang lah. By the way, dia tulinya pada jarak berapa meter?
Suami : Lho, memangnya kenapa Dok?
Dokter : Begini, tuli pada jarak 4 meter berbeda dosis obatnya dibanding dengan tuli pada jarak 3 meter, 2 meter,
 apalagi 1 meter ...
Suami : O gitu ya Dok. Baiklah saya cek dulu ke rumah ...

Sesampainya di rumah ia melihat istrinya sedang memasak di dapur. Kemudian setelah dia mengukur, maka pada jarak 4 meter ia pun bertanya kepada istrinya. “Istriku sekarang kau masak apa?” Ternyata istrinya diam saja, dan ia pun melangkah 1 meter lagi mendekati istrinya dan ia bertanya lagi: “Istriku sekarang kau masak apa?” 

Tetapi istrinya masih diam saja, lalu ia pun melangkah 1 meter lagi mendekati istrinya, dan dengan perasaan dongkol ia bertanya lagi kepada istrinya dengan berteriak kesal: “Istriku sekarang kau masak apa?” .... tiba-tiba suasana hening sejenak ....dan istrinya pun berbalik dengan amarah yang tampak di wajahnya, kemudian ia berkata dengan lantang, “Sudah kubilang 3 kali, aku masak rendang! Rendang!! Rendang!!! Masa sih kau tak dengar?”

(Hahahahahahaha)


Cerita 2

suatu hari, di pagi hari dalam kelas yang semuanya diisi oleh calon mahasiswa baru, masuklah seorang kakak kelas dengan berakting marah yang luar biasa. “Kalian semua memang Goblok, masa semuanya tidak tahu yang namanya orang Goblok, dasar Goblok.... Ayo yang Goblok berdiri!” Ya terang aja tidak ada yang mau berdiri, karena selain takut dimarahin kan yang berdiri artinya goblok. “Yang Goblok ayo berdiri!” perintahnya sekali lagi.... suasana kelas pun hening mencekam ... si Kakak mulai merasa puas, hatinya berkata, “He... he... gua kerjain lu semua!”. Tapi tiba-tiba ada seorang calon mahasiswa yang berdiri dengan sedikit ragu..

Kakak : (Membentak!) Hei Siapa kamu?
Doni : Saya Doni, Kak!
Kakak : O jadi ini rupanya orang yang membuat biang kerok, sehingga semuanya jadi goblok.
Doni : Maaf Kak, bukan saya ....
Kakak : Lha, bukan kamu! (Heran) Terus ngapain kamu berdiri dasar goblok!
Doni : Kata kakak kan tadi yang goblok harus berdiri..., terus terang Kak, saya ga enak melihat kakak berdiri sendirian ....

(Hahahahaahaha)

=================================================

WKkkw.... 2 Cerita di atas bikin ane nyengar nyengir sendirian....

 tapi dibalik itu semua, maksud dari kedua cerita itu adalah....

"INSTROPEKSI DIRI SENDIRI DULU BARU INSTROPEKSI YANG LAIN"

Ibarat jika ada orang pas tidur tiba-tiba hidung kita kemasukan tai cicak, maka dia pas bangun tidur langsung berkata ; "Kamar ini Bau tai cicak ya??", terus dia ke kamar mandi tetep bau, dan berkata "wc nya juga bau tai cicak ", lalu dia keluar rumah menghirup udara desa, ehhh masih bau juga ternyata, akhirnya dia menyimpulkan :

"Sekarang seluruh Desa ini Sudah Bau tai cicak!!!!!!"

padahal yang bau hanya hidungnya dia, bukan desanya.... hehehe ^_^

begitulah kalau kita gagal mengidentifikasi kekurangan kita, maka biasanya kita akan mudah melihat kekurangan orang lain dengan cara yang tidak bijak. Jadi boleh disimpulkan, bagi orang-orang yang selalu melihat orang lain tidak sempurna, dan selalu melihat orang lain tidak becus melakukan sesuatu, atau selalu melihat apa yang dikerjakan orang lain itu salah, alias merasa paling benar sejagat. dan kita seringkali melupakan kesalahan kita dan seenaknya menyalahkan orang lain. maka sepatutnya orang tersebut bercermin diri sebelum ajal menghampiri...

Ada sebuah hadis sahih yang sering orang khilaf mengartikannya. Hadis sahih itu berbunyi Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibba liakhiihi maa yuhibbu linafsihi. Banyak yang khilaf mengartikan hadis ini dengan: “Belum benar-benar beriman salah seorang di antara kamu sampai dia menyintai saudaranya sebagaimana menyintai dirinya.” Pemaknaan ini kelihatannya benar, tapi ada yang terlewatkan dalam mencermati redaksi hadis tersebut. Disana redaksinya yuhibba liakhiihi (menyintai untuk saudaranya), bukan yuhibba akhaahu (menyintai saudaranya), Jadi semestinya diartikan “Belum benar-benar beriman salah seorang di antara kamu sampai dia senang atau menyukai untuk saudaranya apa yang dia senang atau menyukai untuk dirinya sendiri”.

Artinya apabila kita senang atau suka mendapat kenikmatan, misalnya, maka kita harus –bila ingin menjadi sebenar-benar mukmin—juga senang atau suka bila saudara mendapat kenikmatan. Apabila kita senang diperlakukan dengan baik, kita pun harus senang bila saudara kita diperlakukan dengan baik. Apabila kita senang jika tidak diganggu, kita pun harus senang bila saudara kita tidak diganggu. Demikian seterusnya.

Normalnya, adalah sama. Sebagaimana kita tidak suka melihat perangai buruk orang lain, orang lain pun pasti tidak suka melihat perangai buruk kita. Demikian pula sebaliknya; apabila kita senang melihat perangai orang yang menyenangkan, orang pun pasti akan senang apabila melihat perangai kita menyenangkan.

Wallahu'alam bishowwab,.,

Barakallohu fiykum jami'an

Postingan ini bersumber dari : http://www.kaskus.us/  
Karya : Mahasantri
Yang terinspirasi oleh :  HUMOrTIVASI karya Kang Zen
"Yang sedikit dilakukan pengeditan oleh Admin"

Hikmah Di Balik Cerita Gurauan Di waktu Senggang

Assalamu'alaikum warahmatullah
Kali ini saya akan mengajak saudaraku sekalian kembali mencari hikmah di balik cerita-cerita iseng di kala waktu Senggang,. 
langsung aja,.,. 

Dua orang peneliti biologi sedang mengadakan penelitian lapangan.
Pada sebuah pohon seorang di antara mereka menemukan ulat hijau pemakan daun.
“Hei lihat, ada ulat hijau. Kamu tahu kan ulat ini mengandung banyak protein. Nah kalau kamu berani makan ulat ini, saya akan bayar 1 juta rupiah,” seru peneliti pertama menantang temannya adu nyali.
Mendengar tantangan tersebut peneliti kedua balik menantang,” Kamu saja yang makan, aku bayar dua juta!”
Tanpa diduga peneliti pertama malah tak gentar, ia segera makan ulat tersebut sekalipun menahan muntah. Selesai memaksakan diri menelan ulat tersebut, ia menagih uangnya.
Dengan berat hati peneliti kedua mengeluarkan dua juta yang baru saja diterimanya sebagai bayaran proyek penelitian.
Tak lama kemudian mereka melihat lagi seekor ulat yang sama.
Peneliti pertama, menantang lagi peneliti kedua.
“Ayo, kalau kamu berani makan ulat seperti aku, aku bayar 2 juta juga,” tantangnya.
Kali ini peneliti kedua tak mau kalah ia segera mengambil ulat dan melahapnya. Lalu ia meminta bayaran dua juta.
Impas keduanya sama-sama dapat dua juta.
Lalu keduanya diam, rasanya ada yang salah.
Peneliti pertama berkata.” Kita bodoh juga ya, kita sama-sama menyiksa diri memakan ulat tapi tidak ada satupun dari kita yang bertambah kaya”
“Betul juga, uang kita tetap padahal kita sudah melakukan sesuatu yang sangat menantang!” jawab peneliti kedua.
Keduanya lalu sadar baru saja melakukan hal yang sia-sia.
 ===========================================
Pernahkah kita mengalami hal seperti ini?

kita melakukan sesuatu dan kita merasa berbuat sesuatu tapi padahal pada akhirnya kita kembali pada keadaan yang itu-itu juga. Ada sebuah fakta yang mungkin  bisa menggambarkan  kisah diatas,.,  konon Laboratorium Ruang Angkasa AS menghabiskan jutaan dolar hanya untuk menliti, menciptakan tinta yg bisa digunakan di ruang hampa, karena selama ini tinta selalu tidak keluar ketika dipakai menulis di Ruang angkasa (mungkin lantaran nggak ada grafitasi). Padahal disisi lain para Kosmonot Rusia kalau menulis di angkasa luar cukup menggunakan PENSIL saja.

Begitulah kalau kita terlalu tergiur dengan Obsesi dari suatu hasil, kita merasa telah membuat sesuatu hal yang besar karena terikat dengan iming-iming hadiah yang dijanjikan tapi ternyata semua itu kosong tak berarti, ketika kita menyadari ada hal yang sangat sederhana sering kita lupakan. 

Allah SWT berfirman :

'Sesungguhnya beruntunglah orang-orang Mukmin. Yaitu, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. Dan orang-orang yang meninggalkan perbuatan sia-sia.'' (QS Almukminun [23]: 1-3).
Dalam kehidupan keseharian, disadari atau tidak, manusia seringkali terjebak dalam perbuatan sia-sia (al-laghwu). Perbuatan yang kelak di hari kiamat tidak mendatangkan pahala, bahkan sebaliknya mendatangkan kerugian dan akhirnya menyeret pelakunya ke neraka. Karena itulah kita mesti berhati-hati dalam melangkah, bertindak, dan bersikap.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis menyebutkan, segala sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat dzikrullah (mengingat kepada Allah) merupakan perbuatan sia-sia, seperti senda gurau, dan permainan. Kecuali empat hal yaitu senda gurau suami-istri, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.

Seorang ulama hadis terkemuka, Sufyan Ats sauri, menyebut sepuluh hal yang termasuk al-laghwu itu. Di antaranya adalah :
  • orang yang berdoa untuk dirinya sendiri tapi tidak berdoa untuk kedua orang tua dan kaum Muslimin;
  • orang yang sering membaca Alquran tapi tidak membaca secara tertib sampai seratus ayat tiap-tiap hari;
  • laki-laki yang masuk masjid tapi tidak mengerjakan shalat tahiyatul masjid.
Yang juga termasuk perbuatan sia-sia, menurut Sufyan ats sauri, adalah :
  • orang-orang yang melintasi pekuburan tapi tidak mengucapkan salam kepada para penghuninya dan tidak mendoakan keselamatan untuk mereka;
  • laki-laki yang masuk ke suatu kota pada hari Jumat tapi tidak mengerjakan shalat Jumat berjamaah;
  • orang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan.
  • Seseorang yang tinggal di suatu lingkungan bersama seorang ulama, namun ia tak menggunakan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu pengetahuannya.
  • Begitupun dengan pemuda yang melewatkan masa mudanya tidak untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti.
  • Juga, dua orang pria yang bersahabat, tapi mereka tidak saling menanyakan keadaan masing-masing dan keluarganya;
  • orang yang mengundang tamu namun ia tidak melayani tamunya itu dengan baik. Itulah perbuatan yang merugi.
Namun, yang paling sia-sia adalah perbuatan orang-orang seperti yang disebut dalam surat Alkahfi (18) ayat 103-105.

 ''Katakanlah: Maukah kamu, Kami beritahukan tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan-Nya, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan penimbangan amal bagi mereka pada hari kiamat.''
  
Seringkali kita terjebak pada situasi yang membuat kita melakukan perbuatan yang kelihatannya menghasilkan seuatu padahal tidak menghasilkan apa-apa malah kadang merugi.
Karena itu pikir matang-matang segala tindakan Anda sehingga tidak terjebak pada perbuatan sia-sia atau malah merugi.

Wallahu ta'ala alam bishowwab,.,. 

Minggu, 16 Januari 2011

Manakah Yang Engkau Pilih

Saudaraku.... rohimahulloh.
Bacalah beberapa barisan tulisan di bawah ini dan jatuhkanlah untaian maknanya di pipimu yang engkau gunakan untuk tidur..
Penulis Ihya' mengatakan: "Ketahuilah bahwasannya dosa kecil bisa menjadi besar karena beberapa sebab, di antaranya terus dan selalu melakukan. Karenanya di katakan, tidak ada dosa kecil bila di lakukan secara terus menerus dan tidak ada dosa besar bila di iringi dengan istighfar.
Satu dosa besar yang terputus dan tidak di ikuti dosa lainnya itu lebih bisa di harapkan mendapat ampunan di banding dosa kecil yang di tekuni oleh seorang hamba. Gambaran-nya demikian, tetesan air yang jatuh di atas batu secara terus menerus bisa membekas. Akan tetapi sebanyak air yang sama seandainya di siramkan sekaligus pada batu tersebut, maka tidak akan membekas. Oleh karena itu, Nabi sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"Perbuatan-perbuatan yang paling di cintai oleh Alloh adalah yang berjalan paling lama, meskipun sedikit". (HR. Bukhori: 6464 dan Muslim: 1866)

Sesuatu itu bisa di kenal dengan kebalikannya. Bilamana amal yang bermanfa'at walaupun sedikit, maka amal banyak yang terputus tidak terlalu berguna untuk menyinari dan membersihkan hati. Demikian halnya keburukan yang sedikit, bila selalu di lakukan niscaya efeknya dalam menggelapkan hati begitu terasa". (Ihya Ulumuddin: 4/ 34)
Rehatlah sebentar...

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. kami memberi kalian minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah di telan bagi orang-orang yang meminumnya". (QS. an Nahl [16]: 66)

Kendaraan unta. Harganya sangat mahal karena ia mampu bersabar mengarungi perjalanan panjang dengan bekal pas-pasan. Maka ia berhak dimulyakan, di hiasi dan hidupnya terhormat sampai ajal menjemput. Sedangkan unta-unta piaraan berharga murah karena ia tidak sabar dan tidak kuat menghadapi medan perjalanan. Ia makan untuk di makan dan di manja untuk di potong. Paling bentuk pemuliannya adalah tidak memperhatikan pisau kepadanya saat hendak disembelih.

Buaya. Bila ia selesai bersantap, ia membuka mulutnya lebar-lebar untuk memberi kesempatan burung pipit yang kecil yang kecil mencari sisa-sisa makanan di antara sela-sela giginya, karena khawatir ulat melubanginya. Sebagian orang giginya sudah lama di lubangi ngengat tanpa mau mengizinkan seorang pun mengambil pangkal penyakit. Ia tidak seperti buaya, pun tidak meniru burung pipit. Saudaraku bila engkau bukan inisiator, jadilah pemberi respon. Jika engkau tidak pandai berkhutbah, maka hadirilah untuk mendengarkan khutbah. Jika engkau tidak bisa menyampaikan kajian, maka ikutilah kajian. Jika engkau tidak cakap memperbaiki orang lain, maka jangan gengsi bila orang lain memperbaiki dirimu.

Merpati pos. Apabila ia di lepas tuannya untuk menyampaikan sepucuk surat, maka ia mengarungi lautan terik panas matahari. Ia terbang siang dan malam tanpa mempedulikan angin, hujan, petir dan kilat yang menghalanginya. Ia terbang tinggi agar tidak terkena anak panah pemburu. Ini pun, ia masih harus menahan diri untuk tidak turun memungut biji gandum yang di tebarkan demi menghindari perangkap yang bisa menghambat perjalanan atau mematahkan sayap, sehingga surat tersia-siakan. Setelah menyerahkan surat, ia bebas terbang ke angkasa, memakan apa pun yang di inginkannya. Wahai pembaca risalah penghambaan kepada Alloh subhanahu wa ta'ala, apa yang telah engkau arungi? Setinggi apa engkau naik? Jebakan penghambat apa yang telah engkau waspadai? Celaka kamu. Satu celupan di surga mampu melupakan kepedihan sepanjang usia. Sekejap waktu di surga lebih baik di banding dunia dan seisinya. Kenapa masih ragu?

Kucing. Jika sekali saja engkau berbuat baik kepadanya, maka setiap kali ia melihatmu, maka ia akan bersikap manja dan menggosok-gosokkan dirinya kebajumu. Sedangkan engkau, setiap partikel dalam tubuhmu menyaksikan kebaikan kami dan setiap helai rambut di badanmu di liputi nikmat-nikmat kami. Namun begitu, setiap kali kami membuatmu mencintai kami, engkau malah membenci kami. Setiap kali kami mendekatkanmu kepada kami, maka engkau malah mencintai selain kami. Setiap kali kami menjalin hubungan denganmu, maka engkau malah bersikap kasar kepada kami. Engkau memusuhi kami, padahal engkau sangat membutuhkan kami. Kami mengajakmu berdamai, meskipun kami sangat tidak membutuhkan dirimu. Tidaklah engkau belajar dari binatang, wahai pemilik hati yang linglung. Jangan merasa paling mampu! Sungguh, Qobil belajar mengubur saudaranya dari seekor burung gagak dan Saulaiman mengetahui berita tentang Bilqis dari burung Hud-hud.

Semut. Kendati bertubuh kecil dan lemah, di musim panas ia sanggup membawa makanan yang beratnya jauh diatas berat tubuhnya sebagai persediaan di musim dingin. Nikmatnya makanan di musim panas tidak membuatnya terlena dari mengumpulkan makanan untuk persediaan musim dingin, karena ia tahu begitu ganasnya lapar di musim ini. Pun, lantaran ia bisa mengambil pelajaran dari banyaknya yang binasa di musim ini. Saudaraku, pahamilah dunia ini sebagai musim panas dan akhirat sebagai musim dingin. Memang sedikit orang yang bisa mengambil pelajaran. Semoga Alloh melimpahkan rohmatnya kepadamu.

Keledai. Ia akan berjalan pulang kerumah di malam gulita da tetap tak tersesat. Bila ia di lepas, ia bisa sampai ke rumah tanpa ada penuntun. Masih lagi, ia bisa membedakan antara suara aba-aba berhenti dan aba-aba berajalan. Wahai orang yang kehilangan jalan kesurga, wahai orang yang tidak sanggup membedakan suara penyeru surga dan penjual neraka, dalam cita-cita, engkau belum sepadan dengan keledai. Bila paham, maka engkau lupa doro. Semakin engkau dekat dengan kkubur, maka bertambah pula kelesuanmu beramal. Dekatnya ajal menambah angan-anganmu. Seringnya engkau memakamkan orang-orang terpandang tidak sanggup memalingkan dari menggapai keterpandangan. Duhai, betapa banyak kita menzholimi kawanan keledai.

Jalalah. Yaitu, setiap hewan darat yang boleh dimakan dagingnya, namun ia mengkonsumsi makanan najis, sehingga dagingnya menjadi kotor. Para ulama' fiqih mengharamkan mengkonsumsi dagingnya sebelum dikarantina selama 40 hari. Dalam masa karantina ini, ia hanya mengkonsumsi makanan yang baik agar dagingnya menjadi baik dan halal di makan. Kebanyakan manusia tenggelam dalam keharaman, sehingga keadaanya rusak dan dagingnya kotor. Betapa mereka sangat membutuhkan karantina sebagaimana jalalah; agar mereka hanya mendengar ucapan-ucapan baik dan mengamalkan perbuatn-perbuatan yang baik pula. Sampai ruh dan jiwa mereka bersih serta suci. Dengan demikian, mereka berhak masuk ke dalam surga yang tidak dihuni kecuali oleh, "Orang-orang yang di wafatkan dalam keadaan baik oleh pada Malaikat" (QS. an-Nahl [16]: 32). Saat itulah, indra dengar mereka riang mendengarkan'nyanyian' kekal para malaikat, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilahsurga ini, sedang kamu kekal didalamnya". (QS. az-Zumar [39]: 73)

Sebagian orang adalah binatang berkulit manusia, hewan bermuka manusia. Ada yang berwatakkeledai; mengitari gilingannya tanpa mau selangkah maju ke depan. Menceraikan akhirat dan memperistri dunia. Kokoh di siang hari, namun rapuh di malam hari. Maha suci Dzat yang mengangkat binatang satu derajat di atasnya, sebab binatang bermanfa'at bagi makhluk lainnya sementara ia tidak berguna bagi dirinya sendiri, terlebih bagi orang lain. Bukankah aku sampaikan kepadamu firman Alloh subhanahu wa ta'ala

"Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)". (QS. al Furqaan [25]: 44)

Ada yang seperti ulat sutra, mati di tengah-tengah tenunannya. Kelembutan sikapnya terhadap hawa nafsu begitu mengagumkan. Persaudaraan dirinya dengan setan demikian erat. Berupaya membunuh diri sendiri dengan kedua tangannya dan berjalan menuju neraka dengan langkah-langkah mantap. Semboyan mereka dalam hidup ini adalah firman Alloh subhanahu wa ta'ala:

"Mereka membinasakan diri mereka sendiri". (QS. at Taubah [9]: 42)

Ada yang seperti burung unta; menyembunyikan kepalanya di dalam pasir. Ia mengira tidak ada yang melihat kefasikan dan perbuatan dosanya. Menganggap tidak pernah membunuh, sementara darah para korban melumuri kedua tangannya. Mengaku tidak mencuri, sementara sidik jarinya memenuhi TKP (tempat kejadian perkara). Ia berbalutkan busana takwa, sementara sisa-sisa alkohol menetes dari mulutnya. Orang-orang seperti ini saperti yang disampaikan oleh Alloh subhanahu wa ta'ala:

"Mereka hendak menipu Alloh dan orang-orang yang beriman, padahal mereka Hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar". (QS. al Baqarah [2]: 9)

Ada yang berkarakter seperti bunglon. Bergabung dalam majelis orang-orang sholih untuk mendengarkan surat Al-A'rof dan Hud, tapi ia juga menyukai kumpulan orang-orang tholih (buruk) dan merasa gembira menikmati petikan gitar dan dawai. Mereka tidak mendapat kesetiaan karena jiwa oportunis yang disampaikan oleh Alloh subhanahu wa ta'ala:

"Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan Ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), Maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya". (QS. an Nisaa' [4]: 143)

Ada yang seperti kelelawar. Senang kegelapan dan membenci cahaya. Menganggap lezat kemaksiatan dan menuduh getir ketaatan. Pemahaman-pemahamannya terbalik, karen fitroh jiwanya juga terbalik. Karenanya: "Dan apabila Hanya nama Alloh saja disebut, kesAlloh hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Alloh yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati". (QS. az Zumar [39]: 45)

Sabtu, 08 Januari 2011

Keindahan di Balik Sebuah Penyesalan

Hidup bukan sebuah perjalanan tanpa arti. Hidup adalah sebuah ritme yang silih berganti, saling bertautan antar waktu, dan kesempatan yang diberikan Allah untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk di dunia yang lebih kekal kelak.
Berkaitan dengan waktu, hidup memberi banyak masa indah dan suram. Semuanya terangkum menjadi satu dalam folder ingatan yang disebut "kenangan". Sebuah kenangan memberi banyak dorongan untuk berjuang memberikan yang terbaik bagi hidup. Semua dorongan itu membawa dampak bagi rasa yang kita alami. Ada kepuasan, kesenangan, kerinduan, dan sebagainya.

Tapi satu yang terpenting adalah 
"penyesalan". 

  • Mungkin kita pernah menyesal karena telah dusta kepada orang tua 
  • Kita pernah menyesal karena melukai orang-orang yang telah menyayangi kita, seperti Saudara kita, teman, sahabat, maupun kekasih kita 
  • Kita pernah menyesal karena melakukan kesalahan dalam pekerjaan
  • Bahkan kita pernah menyesal karena telah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya
  • dan lebih jauh lagi kita pernah menyesal karena telah lalai terhadap perintah Sang Khalik. 
Penyesalan-penyesalan diatas telah membuat batin kita untuk tak mampu mengatasi sebuah perihnya penyesalan. Hal tersebut yang membuat hidup semakin terpuruk tanpa arah tujuan. Tapi Ingat sebenarnya Penyesalan bukan sebuah kata yang buruk. Justru dengan penyesalan hidup semakin berarti karena kita akan berusaha menjadi insan yang lebih baik di kemudian hari.
Ane pernah menyesal untuk satu keputusan terpenting dalam hidup. Begitu pun orang-orang di sekelilingku. Satu yang mungkin bisa menjadikan penyesalan menjadi hal yang indah yaitu luapkanlah penyesalan itu mungkin dalam bentuk tangisan, tulisan, nyanyian dan tindakan positif lain. Itu semua dilakukan semata-mata untuk meredakan emosi dan menenangkan batin. Kemudian, cari solusi yang tepat untuk mengatasi sebuah penyesalan. Dengan begitu hidup tak akan menjadi sia-sia."Hidup tak akan berhenti saat kita menghadapi sebuah penyesalan, justru hidup akan menjadi terang kala kita berhasil melepaskan penyesalan dan merubahnya menjadi sesuatu yang indah.

Suatu hal yang terus untuk kita coba benahi ialah bagaimana kita jadikan suatu penyesalan itu menjadi tolak ukur untuk keadaan yang lebih baik.
pernahkah kita berpikir !!! 


ketika penyesalan itu datang ternyata kita telah menyadari bahwa kita sebenarnya hanyalah manusia yang tidak pernah luput dari sebuah kesalahan, yang bisa mengeluarkan air mata disaat hati kita terluka. Bukankah kesempurnaan itu hanyalah milik Allah ??? tapi kenapa kita masih terus berbangga diri dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita ??? yang pada akhirnya hanya akan melahirkan penyesalan. 

Di sinilah letak keagungan Sang Pencipta.
Allah selalu menciptakan sesuatu yang mempunyai makna dan pasti itu bermanfaat pada hambanya, ketika kita para hambanya berpikir dan mencernanya melalui hati yang akan menetralkan sisi negatif dari akal dan pikiran kita.
Sungguh ironi jika kita hari ini hanya mampu untuk melakukan kesalahan yang sama dan mengalami penyesalan yang terus menerus tanpa memahami makna di balik penciptaan-Nya, dan tidak mencoba untuk mengintrospeksi diri.

Rabu, 05 Januari 2011

Pribadi Wanita Muslimah Sebagaimana Yang Dikehendaki Islam

Kita sangat perlu untuk membahas materi ini karena beberapa alasan. Diantara alasan tersebut adalah apa yang kita saksikan dalam kehidupan sebagian wanita muslimah di zaman ini. Kehidupan dengan segala bentuk ‘keanehannya’. Dalam beberapa hal begitu serius, tapi dalam hal-hal yang lain sangat kurang dan jauh dari nilai-nilai agama.
Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan seorang wanita muslimah yang shalehah, melaksanakan syiar-syiar Islam. Namun, tidak menghiraukan kesehatan dan kebersihan mulut dan dirinya. Tidak peduli dengan kesehatan dan aroma yang keluar dari mulut atau tubuhnya. Atau sebaliknya, begitu besar perhatiannya terhadap kesehatan dan kebersihan dirinya tapi melalaikan ibadah dan pelaksanaan syiar-syiar Islam.Contoh lain, kita dapati ada seorang muslimah mencurahkan perhatiannya pada ibadah tapi tidak memiliki pandangan yang benar tentang Islam yang menyeluruh, ‘bagaimana Islam menyikapi alam, kehidupan dan manusia.’
Ada yang semangat belajar Islamnya baik. Antusias menghadiri majelis-majelis ilmu, tapi tidak menjaga lisannya dari ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).
Ada yang hubungan pribadinya dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala baik, tapi tidak menjaga hubungan baik dengan tetangga dan teman-temannya.
Ada Yang hubungannya dengan teman-teman dan tetangganya baik tapi tidak melaksanakan dengan baik hak-hak orang tua. Kurang-kalau tidak dikatakan sama sekali tidak-mereka dalam berbakti kepada kedua orang tuanya.
Ada yang berbakti kepada kedua orang tuanya tetapi tidak memenuhi hak-hak suaminya. Tampil dengan dandanan indah saat menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para wanita tetapi tidak pernah memperbaiki penampilannya di depan suaminya.
Ada yang berbakti kepada suaminya tetapi tidak membantu suaminya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Atau tidak mendukung suaminya untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan beramal shaleh.
Ada yang berbakti kepada suaminya tapi kurang memperhatikan pembinaan dan pembentukan kepribadian anak-anaknya. Kurang memperatikan perkembangan kejiwaaan dan akal mereka. Kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya yang memberikan pengaruh kepada putra-puterinya.
Ada yang memperhatikan itu semua terapi kurang silaturahimnya kepada saudara-saudaranya.
Ada yang silaturahim terhadap keluarganya baik, tapi hubungannya dengan lingkungan sekitarnya tidak baik. Sibuk dengan urusan pribadinya. Tidak peduli dengan persoalan kaum muslimin dan muslimat.
Ada yang memperhatikan persoalan pribadi dan umat islam tetapi kurang memperhatikan pengembangan pengetahuannya. Tidak menambah pengetahuannya dengan belajar dan terus membaca.
Ada yang sibuk dengan belajar tetapi mengabaikan urusan rumah tangga, putera puterinya dan suaminya.
Kalau kita merasa heran dari ini semua, keheranan kita akan bertambah ketika kita mengetahui bahwa itu semua muncul dari para wanita muslimah yang memiliki tingkat kesadaran yang cukup baik terhadap agama ini. Dari para wanita muslimah yang tumbuh dalam lingkungan Islam dan memiliki bekal pengetahuan agama yang tidak sedikit! Ini kadang-kadang dikarenakan tidak peduli atau tidak memiki pandangan yang utuh yang telah diajarkan Islam. Pandangan yang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam sekelilingnya. Pandangan yang mendorong seseorang untuk melihat segala sesuatu dengan seimbang. Tidak memprioritaskan satu aspek dengan mengorbankan aspek lain.
Orang yang memperhatikan dengan cermat ayat-ayat Qur’an dan hadits-hadits akan mendapati begitu banyaknya  dalil yang menjelaskan perilaku yang seharusnya dimiliki wanita muslimah dalam hubungannya dengan Rabbnya, pembentukan pribadinya dan hubungannya dengan orang lain. Tatanan hidup yang mengatur segala sesuatu dari yang besar sampai yang kecil. Semua nash tersebut akan memberikan rambu-rambu yang mengantarkan pada kehidupan yang terarah dan seimbang. Kehidupan yang menjamin kebahagiaan, kesuksesan di dunia dan dan keberuntungan yang sangat besar di hari kemudian.
Semua ini yang telah digariskan oleh Islam dalam Al-Qur’an  dan sunnah akan mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan kepribadiannya yang asli. Kepribadian yang sejalan dengan fitrahnya. Sehingga melahirkan wanita muslimah yang unggul, mulia dan istimewa dalam perasaan, pemikiran, prilaku dan hubungannya.
Mencapai tingkat tersebut sangatlah  penting bagi kehidupan umat manusia secara umum karena wanita memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan generasi mendatang, mencetak para pejuang, menanamkan nilai-nilai, menghiasi kehidupan dengan cinta, kasih sayang dan keindahan serta memenuhi rumah tangga dengan rasa aman, tenang, tentram dan damai.
Wanita muslimah adalah satu-satunya wanita yang sanggup menerangi dunia wanita modern yang telah jenuh dengan filsafat materialisme dan pola hidup jahiliyah yang mendominasi kehidupan masa kini. Hal itu dengan mengenalkan dirinya, menghadapkan dirinya pada sumber permikiran yang murni untuk kemudian menata kembali kepribadiannya yang asli yaitu kepribadian yang telah dibentuk oleh Al-Qur’an dan As Sunnah.
Mudah-mudahan Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan taufiq pada kita semua untuk istiqamah dalam agama yang telah dibawa Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

--00--

Sumber:

Selasa, 04 Januari 2011

Niat dari Sebuah Tujuan

Terkadang kita merasa jenuh dengan segala aktivitas
hari-hari terasa sama, tak ada yang berbeda
mulai dari mata yang terbuka di pagi hari 
hingga keletihan mulai terasa di malam hari
semua berjalan dengan terus berulang-ulang

Ada yang merindukan kematian 
ada yang takut akan hadirnya ajal 
dan tak sedikit yang ingin kekal dalam kesenangan dunia
semua berlomba untuk mencapai tujuannya
tujuan yang berbeda 
dari niat masing-masing individu untuk meraihnya

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah berkata: Telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad bin Ibrahim dari ‘Alqamah bin Waqqash dari ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia diniatkan.”

Orang yang takabur sekalipun
yang menganggap dirinya akan kekal di dunia 
sebenarnya tahu ujung kekekalannya adalah kematian 
tapi tak pernah tahu kapan hadirnya batas dari itu

Tanpa sadar kita sebenarnya pernah menganggap hal yang sama dengan mereka 
ketika kita disibukkan dengan berbagai aktivitas di dunia
ketika kita sedang mendapatkan nikmat di dunia 
akhirnya kita terlalaikan dengan tujuan sebenarnya
hingga luput tentang adanya batas dari hidup sementara

Sulit memang untuk membedakan antara kata hati dengan bisikan syaitan
mana niat yang murni karena Allah 
dan mana yang terdapat riya didalamnya

Belajar berpikir untuk menuruti kata hati 
bukan menuruti kata hati karena telah berpikir
kata hati yang sama dengan Iman 
bukan kata hati yang bermakna hawa nafsu 
Insya Allah, tujuan kita semua akan sama 

Akhirnya.,.,.
Kita menganggap semua aktivitas adalah ibadah
masalah dan musibah hanyalah bagian dari cobaan 
Sholat, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu
merupakan jati diri yang telah menjadi kewajiban 
kewajiban yang tak untuk dilanggar 
hingga menjadi kebiasaan bahkan budaya 
demi kesempurnaan Islam. 

--00--




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More