Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Saudaraku semuslim yang saya cintai,
tentang salam diatas, kenapa kita harus tulis panjang lebar ??
Tahukah kita bahwa itu seuntai kalimat do'a ?
Ataukah kita lebih senang memakai tulisan "Askum"
yang kita tahu bahwa kalimat tersebut tidak bermakna.
Saudaraku, itu hanya sekecil-kecilnya contoh dari kita, bahwa kita selalu mengabaikan hal yang kecil tapi ternyata itu sangat bermakna besar di hadapan Allah.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar kalimat di bawah ini :
Kita semua tau bahwa ayat ini di awali dengan kalimat
"Yaa ayyuhalladzi na aammanu"
bukan
"Yaa ayyuhannas"
yang berarti ayat ini di turunkan untuk orang-orang yang beriman.
nah !!! yang jadi renungan kita, Apakah kita termasuk orang-orang yang beriman ???
Pertanyaan ini saya tujukan kepada kita semua, bukan mulut kita.
Apakah kita sudah cukup sombong dengan mulut kita?
Apa yang sering kita lakukan dengan mulut kita,
kapan terakhir kali kita mengejek orang ? kapan terakhir kali kita menggunjing orang ? Kapan terakhir kali kita memuji orang yang kita benci ? dan
kapan terakhir kali kita melafadzhkan
AL QUR'AN
Allah telah memerintahkan kita untuk berkata yang baik !!!
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (2 :83)
Kita tahu dengan perintah diatas, tapi kita masih mengingkarinya !!!
Apaka kita termasuk orang yang beriman ???
Apakah kita menjawab dengan kedipan mata kita pertanyaan diatas ??
Untuk apakah kita menggunakan mata kita ?
Untuk melihat seperti ini
atau
untuk ini
Coba bandingkan diri kita dengan mereka ini
Apa yang kita pikirkan saudaraku ??
Apakah ini ???
atau ini ???
ataukah ini???
Kasih Sayang dan Tangisan Ibu Kita
Bagaimana kita membalas beliau??
Misal ada Pertanyaan,,,
Siapakah ini ??
atau ini??
Kita pasti langsung bisa menjawabnya bukan ???
Tapi coba ada pertanyaan seperti ini??
Kepada siapakah Maryam di titipkan ??
atau
Apa arti Surah Al Fatihah ?
Mungkin beberapa dari kita ada yang berkomentar,
"ya Iyalah, Pertanyaannya sulit amat"
Ini tidak sulit saudaraku, semu ada di dalam kitab dari Yang Maha Benar (Al Qur'an).
Apakah kita pernah membacanya ???
Saya yakin kita pernah membaca tulisannya sampai khatam, tapi apakah kita juga telah mengkhatamkan terjemahannya ???
Inilah akibatnya kalau kita hanya melihat sisi luar, tanpa mempelajari isinya.
Kita hanyalah makhluk INSTAN
yang hanya menerima apa yang kita mau dan apa yang kita suka
Lalu apa yang selama ini kita pelajari ?
dan apa yang selama ini kita dengar ?
apakah musik-musik mereka ini ?
Apa yang selama ini kita perbuat pada tubuh yang dititipkan pada kita ?
Merusaknya ??
Memamerkannya
atau menjaganya
Bukankah Islam telah mengajarkan kita tentang semua ini ???
Perhatikan ujung jemari kita, Apa yang sering kita sentuh ??
Ini
atau
ini
Ketika kita telah menyadari itu semua, jadi kemanakah langkah kaki kita ?
Kesini ?
atau ke sini
Kita semua tahu bahwa Setiap kata, perbuatan, bahkan ISI HATI kita, Allah mengetahuinya.
"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit." (QS. Ali Imran : 5)
"Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. "
Al-Quran Surah Al-Baqarah Ayat 235.
Tapi kenapa terkadang kita masih mengingkarinya, menyepelekannya dan menganggap itu semua hanyalah masalah kecil.
Tahukah kita bahwa bahwa semua masalah besar kita bermula dari kita menyepelekkan hal yang kecil.
Jadi masih berimankah kita kepada ALLAH SWT ???
Masih percayakah kita pada kekuasaa-Nya ???
Sudah hebatkah kita hingga meremehkan dosa-dosa yang kecil ?
Bukankah kita tahu bahwa Azab-Nya benar-benar pedih ??
“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”
[An Nisaa’ 14]
Ingat !!! Kita tahu semua itu tapi kita mengingkarinya !!!
Lalu apa bedanya kita dengan Ahli Kitab yang sebenarnya tahu akan kebenaran,
Tapi Mereka Ingkar ??
"Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan mendapat azab yang berat" (Ali Imran : 4)
Jadi, Masih merasa berimankah Kita ???
Kita tidak perlu menjawabnya secara langsung, karena dengan menjawab pertanyaan sebelumnya, kita sedikit tahu, apakah kita termasuk orang yang beriman.
Dan sungguh !!!
Kita tidak perlu saling mengutarakan jawaban kita, karena itu pertanggung jawaban kita dengan Allah SWT.
Jika masih belum yakin, Ambil benda apa saja yang bisa di buat untuk menulis.
Tulis notes untuk 4 - 5 Bulan lagi untuk membaca renungan ini.
Dari sana kita dapat mereflesikan diri kita kembali, apakah pantas kita disebut sebagai orang yang
Beriman ???
Namun itu semua jika kita masih di berikan kesempatan untuk bernafaas di dunia yang telah membutakan kita.
Karena siapa tau, renungan ini adalah hal terakhir yang terakhir kita lihat !!!
Copyright by topeak_oz@yahoo.co.id