Subscribe Template by Email

Pembohongan Publik Mengenai Al Aqso

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan.

This is default featured post 2 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 3 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 4 title

Penyusunan Blog ini belum selesai mohon maaf, bila masih banyak kekurangan

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 08 Maret 2011

Peringatan bagi kita yang sering dalam kelalaian !!!

LALAI. adalah satu kata yang sering manusia tidak pernah luput darinya. Bahkan tidak sedikit manusia yang merugi di dunia ini karena kelalaian itu, tentunya kelalaian dalam mengingat Allah. Ingatkah kita, bagaimana kita bisa terselamatkan pada saat lahir di dunia ini dalam keadaan sehat walafiat pula ? bagaimana kita bisa terselematkan dari maut yang hampir merenggut nyawa ini ketika mengalami suatu musibah atau kecelakaan ? masihkah kita mengatakan itu sebagai keberuntungan kita, sedangkan kita ini makhluk yang berTuhan (ALLAH) yang senantiasa tidak lepas dari penglihatan-Nya, yang selalu di berikan nikmat dari-Nya, bahkan tidak sedikit yang di berikan kenikmatan harta. Inilah manusia, dengan sejuta kenikmatan yang telah diberikan tapi masih saja kita lalai dari pada Taqwa kepadanya, kecuali kematian itu telah datang kepada kita barulah penyesalan yang ada pada akhirnya.

Allah berfirman:
يَأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَـَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
وَأَنفِقُواْ مِن مّا رَزَقْنَاكُمْ مّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولُ
Dan belanjakanlah sebagaian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kami; lalu ia berkata :
رَبّ لَوْلآ أَخّرْتَنِيَ إِلَىَ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصّدّقَ وَأَكُن مّنَ الصّالِحِينَ
"Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sebentar saja, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih"
[QS. Al-Munafiquun : 9-10]
Berkata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya:
"Maka setiap orang yang melampaui batas itu akan menyesal di waktu sekaratnya dan akan meminta dipanjangkan lagi usianya walaupun hanya sebentar, untuk mengisi sesuatu yang dia telah lewatkan. Dan betapa tidak mungkinnya hal itu!!"
Allah berfirman:
حَتّىَ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ
(Demikianlah keadaan orang-orang itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata,
رَبّ ارْجِعُونِ لَعَلّيَ أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ
"Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan".
كَلاّ إِنّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىَ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan
[QS. Al-Mukminuun : 99-100].
Qatadah rahimahullah berkata,
"Demi Allah, dia tidak meminta dikembalikan agar bisa berkumpul dengan keluarganya, tidak pula supaya bisa mengumpulkan harta atau memenuhi nafsu syahwatnya. Akan tetapi dia meminta hidup kembali supaya bisa berbuat taat"
[Tafsir Ibnu Katsir 3/225].


Simak ayat-ayat yang ada pada kalamullah diatas !!! betapa malangnya kita jika kita mendapatkan kematian dengan keadaan demikian. WALLAHI !!! tidak dapat lagi kita berbuat apa-apa selain penyesalan yang terus menerus !!! 
Masihkah kita untuk lupa terhadap Allah? sedangkan kita tidak pernah lupa dengan aktifitas kita sehari-hari, seperti ke kantor, sekolah misalnya,.,. apakah kita lebih takut terhadap atasan atau guru-guru kita dibandingkan kepada Allah ? Ingatlah betapa takutnya kita ketika kita bolos satu hari di tempat kerja, akan di pecat atau di berhentikan dari tempat kerja kita, atau ketika kita terlambat hadir di sekolah akan di berikan sanksi dari guru-guru kita disekolah ? 
Kenapa ketika kita melalaikan sholat kita tidak diberikan rasa yang sama? pernahkah kita berpikir bahwa ketika kita lalai dari perintahnya kita bisa di pecat dari dunia ini, dan bahkan dalam keadaan hina atau minimal kita diberikan sanksi dengan musibah yang kita tidak pernah tahu kapan hadirnya musibah tersebut?
marilah coba kita berbenah diri, alangkah baiknya jika dunia ini tidak membuat kita lupa terhadap-Nya. Bila perlu dunia ini yang membuat kita semakin mengingat akan kuasanya yang begitu besar, akan nikmat yang tidak pernah putus yang membuat kita senantiasa bersyukur. 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا* وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ...*
Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka (niscaya) Allah akan memberikan pada mereka jalan keluar, dan Allah akan memberikan rezeki (dari tempat) yang tidak di sangka-sangka. (QS. At-Thalaq/ 65 ; 2 - 3)


اتَّقِ الله حَيثُمَا كُنْتَ ، وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمحُهَا ، وخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ
"Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya (perbuatan baik) akan menghapusnya (perbuatan buruk). Dan berperilakulah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad dan al Tirmidzi, beliau menghasankannya).

Tentukanlah jalan yang baik buat diri kita, Allah telah menyiapkan pilihan-pilihan,.,. yang sebenarnya kita dapat memilihnya dengan muda, tapi hawa nafsu kita serng mengingkarinya. 

Wallahu ta'ala alam bishowwab.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More